Secara umum, perwujudan fosfat goano ini berupa gundukan kotoran kelelawar yang sudah lama tinggal di dalam goa. Bila dilihat dari luas Goa Sengok yang menggambarkan kuantitas materialnya, diperkirakan memiliki nilai jual mencapai ratusan juta rupiah.
Fosfat Guano memiliki kandungan fosfor yang tinggi. Material ini merupakan bahan dasar yang sangat efektif sebagai pupuk organik tanaman untuk penyubur tanah maupun mesiu karena selain kandungan fosfor, nitrogennya pun juga tinggi.
"Secara garis besar, memanfaatkan potensi fosfat goano untuk dijadikan pupuk organik tidak bisa secara serampangan. Kandungan pupuk organik minimal harus memenuhi unsur N, P dan K. Apa yang tidak terdapat dalam fosfat goano harus dilengkapi. Apa lagi ketersediaan fosfat goano sangat terbatas. Tidak bisa dipacu pengadaannya. Maksimal penyertaannya hanya 10% dan unsur lainnya 90%," terangnya.
Baca juga : Tak Disangka Ada Harta Karun Di Goa Sengok
4. Prinsipnya semakin lama semakin bagus. Namun ketika sudah 21 hari, pupuk sudah siap digunakan.
Kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang diinisiasi oleh sebagian warga masyarakat, lembaga Kalurahan Getas, kerabat keraton Jogja dan media smart news ini diharapkan dapat memicu masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada secara mandiri. Terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pertanian di wilayah Getas sendiri.
(Heru Bencex)
Baca juga : Tak Disangka Ada Harta Karun Di Goa Sengok
"Di samping itu, kondisi kesuburan tanah di lahan yang satu dengan lainnya berbeda-beda. Harus diteliti atau minimal dicermati apa kelebihan dan kekurangan di suatu daerah. Tidak bisa dibuat rumusan komposisi yang paten dalam pembuatan pupuk organik. Selain itu, terdapat pula bakteri yang merugikan yang treatmentnya dapat disertakan dalam pupuk yang dibuat agar bakteri tersebut berbalik menjadi menguntungkan tanaman," lanjut Kasmadi.
Khusus tanah di wilayah Getas Kapanewon Playen, melalui hasil observasinya, ia dapat menyimpulkan dan memberikan formula bahan berupa :
1. 10% fosfat goano
2. Feises 55% (kotoran ternak)
3. Serat 25%
4. Abu 10%
Bahan tersebut diberi campuran formula lagi sebanyak 5%nya. Materialnya antara lain :
1. Bekatul 5kg
2. Garam 20kg
3. Tetes tebu 3 botol
4. Racun uret 1 L
5. Bakteri M213 1 L
6. Air secukupnya
Cara pengolahannya :
1. Siapkan media berbentuk kotak untuk proses fermentasi berukuran 1 x 2 x 1m untuk volume 5 ton. Masukkan plastik lebar untuk mendasarinya.
2. Campurkan seluruh komposisi bahan di atas hingga merata. Kemudian masukkan ke dalam kotak tersebut.
3. Tutup rapat dengan plastik sampai kedap udara dan biarkan hingga 21 hari. Selama fermentasi, adonan tidak perlu dibuka atau diaduk-aduk.
Bila kapasitas produksi melebihi kuota kebutuhan masyarakat petani lokal maka nilai plusnya berupa munculnya potensi bisnis dengan mendistribusikan hasil produksi tersebut ke daerah lain. Ini berarti, upaya yang dilakukan ini dapat lebih memakmurkan warga masyarakat Getas ke depannya.
Tonton Juga
Simak juga : video berita menarik smart news





























Info & korespondensi
0 Komentar