Bicara tentang seni, di antara jutaan seniman, pekerja seni dan institusi seni baik formal maupun non formal di seluruh dunia, Songgo Langit adalah salah satu sanggar seni yang turut berkontribusi terhadap indahnya kehidupan. Paling tidak untuk Indonesia, lebih khusus lagi di Yogyakarta.
Pada masa sebelum era modern hadir, seseorang yang diberikan talenta sebagai seniman memiliki status posisi yang terhormat di masyarakat.
Biasanya mereka tak hanya menguasai skil dalam meciptakan suatu kreasi dalam bentuk benda maupun gerak. Namun juga ahli dalam memahami berbagai disiplin ilmu kehidupan sebagai dasar dalam penciptaan karyanya.
Yang berarti, ada kandungan maksud, filosofi atau sekedar pesan untuk dikomunikasikan dengan para penikmatnya dalam karyanya.
Songgo Langit didirikan oleh seorang seniman rupa (perupa) bernama Sugeng Riyadi. Kegiatannya selain melukis dan berkarya dengan multi media, ia pun ternyata seorang ASN berstatus Guru di SDN Karangrejek II Wonosari.
Songgo Langit, ketika ditanya maksud dari penamaan sanggarnya ini,
"Songgo Langit memiliki pengertian, dari segi ilmu apapun dan penerapan yang kami lakukan, semuanya akan kami pertanggungjawabkan kembali kepada Yang di Atas," ucap Sugeng Riyadi sambil menunjuk ke arah atas.
Ketertarikannya juga di bidang musik klasik. Terbukti di dalam sanggarnya ini, ia juga membina anak-anak remaja SMP berlatih musik keroncong.
Baca juga : Paguyuban Seni Thik-Thik Ngesti Laras Padukuhan Dedel Masih Eksis Hingga Kini
"Sayang sekali jika aliran musik keroncong ini terputus generasinya. Kalau kita tidak mengenalkan dan menggiring mereka untuk belajar, ya pasti anak-anak sekarang lebih tertarik hanya bermain HP," imbuhnya dalam obrolan dengan smart news.
Kala itu sedikit sekali seniman di Gunungkidul yang eksis. Dapat dihitung dengan jari. Untuk mulai menumbuhkan bibit-bibit baru, ia pun membuka sanggar lukis anak yang ia beri nama "Kid's Production".
Hasil jerih payahnya hingga bertahun-tahun pun tak sia-sia. Anak didiknya sering menyabet juara event-event lomba lukis, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Sugeng sendiri pun sangat aktif mengikuti pameran-pameran bersama seniman lainnya. Pun tak hanya tingkat kabupaten, namun juga provinsi dan nasional.
Sekitar tahun 2011, ia bersama dua rekan seniman lainnya, Herlan Susanto dan seorang yang tak mau disebut namanya, menjadi penggagas berdirinya Ikatan Perupa Gunungkidul (IPG), yang hingga kini terus eksis dan terus bertambah anggotanya dari generasi muda, yang telah memiliki agenda tetap pameran bersama bernama 'Babad Seni' secara berseri pada tiap tahunnya di Gunungkidul.
Karya-karya Songgo Langit yang berkonotasi ke diri Sugeng Riyadi sendiri, telah banyak dikoleksi para pecinta seni dan masyarakat umum. Salah satunya adalah ketua DPRD II Gunungkidul saat ini, Endah Kuntari Ningsih.
Corak goresan tangannya kini lebih beraliran ekspresif. Meski sebelumnya banyak fase berproses yang ia lalui, sedari bergaya realisan hingga eksplorasi gaya lainnya.
Hubungan baiknya dengan sesama seniman membawa sedikit banyak pengaruh dalam proses pencariannya hingga menemukan jati diri dalam berkarya.
Salah satu master piecenya berjudul 'Nggawe Ratu' yang tercipta pada saat pemilihan presiden era Jokowi yang pertama, sekitar tujuh tahun yang lalu, membuktikan kepiawaiannya dalam menggoreskan cat dan kedalaman tema perenungannya, dalam melemparkan wacana seorang pemimpin yang membumi.
Seolah karyanya berbicara dan mengajak berkomunikasi kepada setiap orang yang melihatnya. Begitu pun setiap karya lainnya yang terpajang dalam galeri kecilnya seolah membawa setiap penikmat seni ke alam bawah sadar ketika memandangnya.
(EB Wahyuno)
Tonton Juga
Simak juga : video berita menarik smart news






























Info & korespondensi
0 Komentar