Akibat dari bentuk struktur tekuk, ombak di pantai Ngrenehan cukup tenang sehingga cocok sekali bagi para wisatawan jika ingin bermain air di laut. Dataran di pinggir pantai cukup landai sehingga anak-anak bisa merasakan bagaimana asyiknya berenang di laut. Di pantai ini, wisatawan juga bisa berfoto bersama keluarga dengan latar belakang kapal nelayan maupun panorama pantai itu sendiri.
Dalam sejarah, pantai Ngrenehan ini merupakan pemberian dari kerajaan Demak pertama, yakni Raden Patah. Pada saat itu Raden Patah datang ke pantai ini untuk mencari ayahnya, Prabu Brawijaya V yang lari dari utara karena menolak masuk Islam.
Jika berkunjung ke pantai ini, para wisatawan dapat secara langsung mengamati kegiatan nelayan lokal yang masih menangkap ikan dengan cara tradisional. Wisatawan juga bisa secara langsung belajar bagaimana cara menangkap ikan dengan baik dan benar tanpa merusak ekosistem.
Sebagian masyarakat Gunungkidul menyebut Pantai Ngrenehan sebagai pantai nelayan. Karena mayoritas masyarakat di pesisir pantai bermata pencaharian sebagai nelayan. Biasanya para nelayan ketika melaut berangkat pukul 04.00 pagi hingga pukul 9.00 pagi. Hasil tangkapan nelayan kemudian di tampung ke TPI untuk dijual kembali ke pengepul.
Baca juga : Api Berkobar Hebat Di Hutan Sawar, Tepian Pantai Miniatur Bali
Kala itu, Sang Raja dalam mencari ayahnya yang ingin diajak masuk Islam, sampailah di pantai ini. Namun beliau tetap tidak menemukan ayahnya, sang Prabu Brawijaya V.
Tonton Juga
Simak juga : video berita menarik smart news




























Info & korespondensi
0 Komentar