Materi bebatuan yang disinyalir candi ini ditemukan warga di aliran sungai Klayar kemudian dikumpulkan untuk dapat diteliti lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.
Menurut cerita turun temurun, bekas candi ini merupakan bagian dari petilasan eyang Wonopuro yang merupakan putra dari penguasa kerajaan Bathok Bolu yang situsnya ditemukan di daerah Kalasan Sleman. Beliau melakukan ritual mengejar kesempurnaan hidup hingga mokswa di Klayar ini.
Tempat ini selanjutnya juga dipergunakan untuk laku religi oleh tiga demang yang hingga meninggalnya turut dimakamkan di lokasi ini. Ketiga demang tersebut bernama Abu Khasan yang berasal dari Cirebon, Rekso Menggolo dari Ponorogo dan Ronoyudo dari daerah Bantul.
Hal mengejutkan lainnya adalah ketika warga mulai menemukan material-material yang diperkirakan peninggalan pra sejarah di hutan kayu putih daerah Klayar ini. Benda-benda yang ditemukan berupa lingga, yoni, menhir, manik-manik serta fosil-fosil tulang. Hal ini menguatkan kebenarannya karena di wilayah yang bersebelahan, di Padukuhan Sokoliman, Kalurahan Ngawis telah terkelola sebuah situs pra sejarah oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Beberapa lingga yoni dimanfaatkan warga untuk mendekorasi sebuah spot area bersantai.
Masyarakat sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah untuk bisa lebih mengkondisikan area wisata ini agar lokasi ini dapat lebih digantungkan warga dalam mendapatkan penghasilan. Terlebih dalam hal pengelolaan dan pelestarian benda-benda peninggalan leluhur tersebut.
Tonton Juga
























Info & korespondensi
0 Komentar