Rute pertama perjalanan dilalui menuju Tunggul Semanu di mana bu Rubiyem tinggal. Ia seorang mantan pesinden yang mengalami nasib malang menderita gagal ginjal. Hidupnya yang seorang diri membuatnya semakin tidak berdaya. Jangankan untuk berobat, untuk beraktivitas sehari-hari saja sangat tidak memungkinkan. Mengetahui hal ini sejak beberapa bulan yang lalu, Ormas PP PAC Semanu di bawah komando Sugeng sigap mengerahkan daya upaya untuk membantu kesulitan bu Rubiyem ini. Setiap hari Rabu dan Sabtu, utusan dari PP PAC Semanu selalu mengantarkan bu Rubiyem dengan ikhlas ke bilangan rumah sakit di Jogja untuk cuci darah.
Di waktu yang hampir bersamaan, Sugeng selaku ketua PP PAC Semanu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pulanggeni yang selalu bisa bersinergi dengan Ormasnya dalam giat-giat sosial.
Beberapa waktu berselang, perjalanan dilanjutkan menuju ke Guyangan Kemiri Kapanewon Tanjungsari, di mana Ambar Rahayu Ningsih tinggal bersama orang tuanya. Nasib malang tak dapat ditolak, senang tak dapat diraih, ia mengalami sakit folio semenjak lahir 18 tahun silam dan membuatnya lumpuh total.
Dalam kunjungannya ke rumah Ambar, rombongan ini mampir ke kantor Kapanewon Tanjungsari untuk meminta ijin kunjungan penyaluran bantuan. Hal ini disambut baik oleh Panewu dan diantar stafnya menuju lokasi dengan kawalan FJR sedari kantor Kapanewon. Panewu mengungkapkan rasa terima kasih dan berpesan agar berhati-hati karena di wilayah Tanjungsari sedang ada zona yang merah.
Setiba di kediaman Ambar, rombongan disambut hangat oleh seluruh keluarganya.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Pulanggeni, Pemuda Pancasila dan seluruh pihak yang telah membantu anak saya," ucap Riyan, orang tua kandung Ambar yang juga anggota FJR Tepus.
Bantuan juga datang dari FJR sendiri berupa uang dan sembako yang diserahkan oleh Agus selaku humas korwil Tepus. Juga dari 'Jogja Bisa Apa' yang diwakili oleh Hohok yang membantu menangani masalah pengobatan.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya bila kehadiran kami mengganggu keluarga dan penggalangan dana yang kami lakukan di medsos tanpa sepengetahuan mas Riyan. Semoga dapat bermanfaat," ucap Endra selaku ketua Pulanggeni.
Acara baksos yang melibatkan beberapa organisasi sosial kemasyarakatan, beberapa relawan dan pihak lainnya ini menggambarkan betapa kesolidan dalam berbakti kepada warga masyarakat dapat bersatu tanpa pamrih dan tanpa batasan. Semoga soliditas dan sinergitas selalu terjaga hingga masa-masa yang akan datang.
(SiRed)
Tonton Juga


























Info & korespondensi
0 Komentar