Situ ini memiliki luas 57,95 hektar dan terdapat pulau yang berada di tengahnya dengan luas 9,25 hektar. Masyarakat setempat menyebutnya dengan 'Nusa Gede'. Di mana menurut berbagai cerita legenda dan literatur sejarah Sunda, pulau di tengahnya itu disinyalir merupakan pusat Kerajaan Panjalu. Sementara itu Bumi Alit menjadi tempat penyimpanan benda pusaka pada masa kerajaan Panjalu yang lokasinya berada di sebelah alun-alun Panjalu. Pun tak hanya itu, banyak pengunjung yang datang untuk melakukan ziarah kubur karena diyakini masyarakat bahwa banyak ulama penyebar agama Islam di masa lampau yang disemayamkan di Nusa Gede.
Pemerintah pun tak tinggal diam. Terus melakukan pendampingan secara rutin, mengecek fasilitas dan keperluan apa saja dalam pengelolaan tambak tersebut secara berkelanjutan sehingga segala sesuatunya dapat berjalan maksimal. Melalui program ini, harapan untuk mewujudkan ketahanan pangan hewani dapat terpenuhi.
Dengan semakin meningkatnya animo masyarakat terhadap Situ Lengkong atau Panjalu ini, pemerintah menjadi semakin serius untuk mengelola melalui kerja sama dengan warga setempat. Dibangunlah ruko-ruko penjualan dengan penataan yang baik, tempat-tempat duduk bersantai, gazebo-gazebo untuk menikmati pemandangan dan perahu-perahu untuk mengelilingi danau hingga keperluan para wisatawan yang ingin berziarah ke Nusa Gede dapat menyewanya dengan mudah.
Tonton Juga

























Info & korespondensi
0 Komentar