Salah satu ketua kelompoknya bernama Wakijo yang sudah cukup lama menggeluti dunia pandai besi, yaitu sejak tahun 1995 hingga sekarang. Dalam bekerja beliau dibantu oleh beberapa orang karyawan yang biasa disebut dengan "Panja". Alat yang diproduksi seperti kapak, "gathul", pacul, serta alat pertanian lainnya. Setiap harinya para pengrajin besi bisa membuat 3,5 kodi alat pertanian. Proses pembuatan satu peralatan membutuhkan waktu kurang lebih hanya 2 menit.
Ada beberapa bahan dan peralatan yang perlu disiapkan ketika akan membuat alat pertanian. Bahan yang digunakan adalah besi bekas. Sedangkan alat yang digunakan adalah tempat pembakaran, kipas angin, arang dan tempat penempaan besi.
Pemasarannya sendiri saat ini tidak hanya di wilayah Gunungkidul namun sampai di Wilayah Jawa Tengah.
"Ini pemasarannya ke daerah Delanggu, Purworejo, Kutoarjo, Wonogiri," kata Wakijo.
Yang patut untuk diteladani adalah bahwa dalam memproduksi peralatan berbahan besi tersebut selalu solid dalam bekerja sama. Sebab bila salah sedikit saja akan berakibat fatal. Tidak saja hasil garapan tidak sesuai dengan harapan namun juga dapat mencelakakan jiwa. Lebih dari pada itu bahwa kinerja mereka terbawa dalam kehidupan keseharian. Permasalahan apapun selalu diselesaikan dengan gotong royong. Terlebih bila ada salah satu anggota keluarga mereka yang sedang tertimpa kesusahan.
"Saya melihat dan memperhatikan mereka sangat perhatian dan saling bahu membahu satu sama lain. Hal ini sangat patut dicontoh di era modern ini di mana rasa gotong royong sudah mulai luntur," komentar Heru sang reporter untuk liputan Smart TV.
Tonton Juga

























Info & korespondensi
0 Komentar